Search for collections on PNUP Repository

Analisis Pelepasan Beban Skema Pertahanan Pada Gardu Induk Mandai Menggunakan Aplikasi Digsilent

Hariyanto, Andi Wahyu (2023) Analisis Pelepasan Beban Skema Pertahanan Pada Gardu Induk Mandai Menggunakan Aplikasi Digsilent. Diploma thesis, Politeknik negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
ANALISIS PELEPASAN BEBAN SKEMA PERTAHANAN PADA GARDU INDUK ...pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
SAMPUL BAB I,II,III & V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Gangguan kestabilan frekuensi terjadi karena ketidakseimbangan antara kebutuhan beban dengan kapasitas beban dari sisi pembangkitan. Adanya perubahan beban secara tiba-tiba akan mengakibatkan perubahan kestabilaan pada sistem, salah satunya adalah perubahan kestabilan frekuensi sistem. Frekuensi akan turun apabila terjadi penambahan beban yang tidak disertai dengan peningkatan beban dari sisi pembangkitan. Apabila penurunan frekuensi tidak segera ditanggulangi makan akan menyebabkan sistem tersebut mengalami pemadaman total (black out).
Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk menanggulangi turunnya frekuensi adalah dengan melakukan pelepasan beban (load shedding) menggunakan under frequency relay (UFR) yang diharapkan dapat memulihkan frekuensi dengan cepat dan jumlah beban yang dilepaskan seminimal mungkin. Skema pelepasan beban ini merupakan salah satu metode yang diterapkan oleh PT. PLN (persero). Pelepasan beban dengan UFR akan bekerja secara otomatis ketika frekuensi telah menyentuh nilai setting UFR dan akan melepas beban secara bertahap. Pelepasan Beban dilakukan untuk menjaga keandalan sistem, menghindari pemadaman yang meluas dan menstabilkan frekuensi berada di 50 Hz.
Hasil penelitian yang telah dilakukan pada sistem kelistrikan Gardu Induk Mandai 66kV, menunjukkan bahwa simulasi pelepasan beban dengan melepas beban Ujung Pandang, Gombara dan Maros lebih efektif dilakukan karena UFR tahap 4 dan 5 bekerja sesuai dengan nilai setting, sedangkan pada saat melepas beban Pallisi, Gombara, Maros UFR tahap 4 bekerja sesuai dengan nilai setting namun UFR tahap 5 tidak langsung bekerja, UFR tahap 5 bekerja setelah nilai setting frekuensi melewati 0.11 Hz dari nilai yang telah di setting. Pada simulasi yang di lakukan dengan skenario lepasnya suplai line Daya – Mandai mengakibatkan frekuensi pada GI Mandai 66kV semakin lama semakin menurun hingga 48.39 Hz. Dengan keadaan seperti ini maka UFR yang di telah terpasang pada penyulang Ujung Pandang, Gombara dan Maros akan bekerja dan membuat frekuensi naik secara bertahap menjadi 48.57 Hz pada detik 5.23, 49.74 Hz pada detik 5.73 lalu mencapai titik frekuensi 49.98 Hz pada detik 9.93 kemudian steady state pada frekuensi 49.97 Hz pada detik 15.86, dengan total beban yang dilepas sebesar 12.17 MW.

Kata kunci: Load Shedding, Under Frequency Relay, Frekuensi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Jurusan Teknik Elektro > D4 Teknik Listrik
Depositing User: Sahriana S.Sos
Date Deposited: 11 Mar 2026 03:06
Last Modified: 11 Mar 2026 03:06
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/13442

Actions (login required)

View Item
View Item