Ba’ari, Fathul and Muh. Ahdan, Muh. Ahdan (2025) Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Pembangunan Gedung Justice Tower Tahap 1 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK ...pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK ...pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi yang berdampak pada penurunan produktivitas dan keterlambatan proyek. Kasus tersebut dikaji pada Proyek Pembangunan Gedung Justice Tower Tahap 1 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang memiliki tingkat risiko tinggi akibat pekerjaan di ketinggian, penggunaan alat berat, serta ruang kerja terbatas di lingkungan kampus aktif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan kerja, menentukan risiko dominan, dan merumuskan strategi pengendalian sesuai Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) agar pelaksanaan proyek berjalan aman dan efisien.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan kualitatif, melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner terhadap 39 responden dari 60 pekerja yang ditentukan dengan rumus Slovin. Analisis mengombinasikan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menilai tingkat keparahan (Severity), kemungkinan kejadian (Occurrence), dan kemampuan deteksi (Detection) guna menentukan Risk Priority Number (RPN), serta metode IBPRP dan AKK untuk menyusun pengendalian risiko berdasarkan hirarki pengendalian—mulai dari eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 80 potensi risiko kecelakaan kerja yang diidentifikasi dalam pekerjaan pekerjaan struktur, mencakup pekerjaan kolom sebanyak 22 risiko, pekerjaan balok 20 risiko, pekerjaan plat lantai 20 risiko, dan pekerjaan tangga beton 18 risiko. Dari hasil penilaian, diperoleh 8 risiko kecil (10%), 65 risiko sedang (81,25%), dan 7 risiko besar (8,75). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar risiko berada pada kategori sedang. Risiko dengan nilai RPN tertinggi teridentifikasi 56 risiko dominan dari total 80 potensi risiko yang dianalisis. Risiko dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah X.3.2.2, yaitu mode kegagalan saat operator tidak melihat pekerja di sekitar mobile crane akibat kurangnya komunikasi. Penerapan pengendalian dengan metode IBPRP dan AKK dalam menurunkan tingkat risiko untuk mencegah dan mengendalikan risiko yang dapat muncul dalam area proyek.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Jurusan Teknik Sipil > D4 Jasa Konstruksi |
| Depositing User: | Rahmawati S.Sos |
| Date Deposited: | 01 Mar 2026 14:30 |
| Last Modified: | 01 Mar 2026 16:23 |
| URI: | https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/13363 |
