Abd Gaffar, Abd Gaffar and Sonda, Sean Kumeser (2025) Studi Penggunaan Fly Ash dan Ground Granulated Blast-Furnace Slag Pada Beton Agregat Slag Baja Metode Self-Compacting. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
STUDI PENGGUNAAN FLY ASH DAN GROUND ...pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (12MB)
STUDI PENGGUNAAN FLY ASH DAN GROUND .....pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan, namun produksinya berdampak besar terhadap eksploitasi sumber daya alam dan emisi CO₂. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan beton ramah lingkungan menggunakan Self-Compacting Concrete (SCC). Penggunaan slag baja sebagai agregat kasar pada SCC cenderung menurunkan passing ability, sehingga diperlukan penambahan fly ash dan Ground Granulated Blast-Furnace Slag (GGBFS) sebagai substitusi sebagian semen untuk memperbaiki kinerja beton.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki karakteristik beton segar SCC serta meningkatkan sifat mekanis beton agregat slag baja SCC (BSCT) menggunakan fly ash dan GGBFS. Variasi campuran yang diuji meliputi beton normal (BSCT-N), fly ash 25% (BSCT-FA25), GGBFS 50% (BSCT-G), dan kombinasi fly ash 25% + GGBFS 25% (BSCT-K). Pengujian dilakukan berdasarkan standar EFNARC (2005) melalui uji slump flow, V-funnel, L-box. Pengujian sifat mekanis meliputi uji kuat tekan, modulus elastisitas, dan uji kuat lentur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fly ash dan GGBFS tidak memperbaiki kinerja beton segar SCC pada uji V-funnel dan L-box karena sifat agregat slag baja yang berat dan kasar, meskipun fly ash memiliki workability yang baik. Namun demikian, penambahan ini dapat meningkatkan sifat mekanis beton. Pada uji kuat tekan, BSCT-K mencapai nilai tertinggi sebesar 62,49 MPa pada umur 56 hari. Pada uji modulus elastisitas, BSCT-FA25 dan BSCT-G menunjukkan nilai lebih dari 35 GPa atau meningkat sekitar 70% dibanding BSCT-N, sedangkan pada uji kuat lentur BSCT-G mengalami peningkatan hingga 53% dibanding BSCT-N. Dengan demikian, penggunaan fly ash 25% pada beton agregat slag baja SCC berpotensi diterapkan pada produk pracetak non-struktural, seperti kanstin, road barrier, dan U-ditch, sekaligus menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Jurusan Teknik Sipil > D4 Perancangan Bangunan Gedung |
| Depositing User: | Rahmawati S.Sos |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 10:15 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 10:18 |
| URI: | https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/13342 |
