Maintang, Andini and Anu, Maria Anjelina (2025) Pemanfaatan Biji Asam Jawa Sebagai Biokoagulan dalam Pengolahan Air Limbah Laundry. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
PEMANFAATAN BIJI ASAM JAWA SEBAGAI BIOKOAGULAN DALAM PENGOLAHAN ....pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
PEMANFAATAN BIJI ASAM JAWA SEBAGAI BIOKOAGULAN DALAM PENGOLAHAN ... SAMPUL, ABSTRAK, BAB I, II, III, KESIMPULAN, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Air limbah laundry merupakan air limbah yang dihasilkan dari usaha laundry yang menggunakan deterjen untuk proses pencuciannya. Air limbah laundry memiliki kandungan diantaranya surfaktan, fosfat, chemical oxygen demand (COD), biological oxygen demand (BOD) dan total suspended solid (TSS). Apabila kandungan tersebut berlebihan di badan air akan mencemari badan air, dapat menyebabkan eutrofikasi, kadar oksigen berkurang drastis dan menyebabkan biota air mengalami degradasi, serta dapat membahayakan kesehatan manusia. Dalam penelitian ini digunakan alat jar test dalam pengolahan dengan menambahkan serbuk biji asam jawa sebagai biokoagulan. Biji asam jawa dapat menjadi biokoagulan karena adanya kandungan protein, pati, dan tanin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan pH air limbah yang terbaik dalam pengolahan air limbah laundry menggunakan biokoagulan serbuk biji asam jawa dan untuk menentukan rasio massa biokoagulan serbuk biji asam jawa yang terbaik dalam pengolahan air limbah laundry berdasarkan parameter TSS, COD, fosfat dan MBAS. Pada penelitian ini digunakan 5 variasi pH air limbah (2; 3; 4; 5 dan 6) dan 5 variasi rasio massa biokoagulan (2; 2,5; 3; 3,5 dan 4 g/1 L air limbah). Metode analisis yang digunakan yaitu SNI 6989.3:2019 untuk parameter TSS, SNI 6989.15-2019 untuk parameter COD, SNI 6989.31-2005 untuk parameter fosfat dan SNI 06-6989.51-2005 untuk parameter MBAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH air limbah laundry yang terbaik untuk menurunkan kadar TSS dan MBAS adalah pH 2, sedangkan COD pada pH 4. Untuk parameter fosfat, pada pH asam biokoagulan biji asam jawa tidak menurunkan kadar fosfat. Kemudian rasio massa biokoagulan serbuk biji asam jawa yang terbaik untuk menurunkan kadar TSS, COD dan MBAS pada air limbah laundry secara berurutan adalah 2 g/L; 3,5 g/L dan 2,5 g/L , dengan efisiensi removal sebesar 73,6%; 93,55% dan 76,68%. Sedangkan untuk parameter fosfat, rasio massa biokoagulan tidak menurunkan kadar fosfat.
Kata Kunci: Air limbah laundry, biji asam jawa, TSS, COD dan MBAS
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Jurusan Kimia > D4 Teknologi Kimia Industri |
| Depositing User: | Unnamed user with username 197509082001121002 |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 03:06 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 03:06 |
| URI: | https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/13332 |
