Search for collections on PNUP Repository

Perbandingan Pemakaian Energi Ruangan Dengan Atap Konvensional Dan Green Roof Pada Gedung Teknik Mesin Kampus 2 PNUP

Muhammad Yusuf Al Jalali and Nur Tika Furqani (2025) Perbandingan Pemakaian Energi Ruangan Dengan Atap Konvensional Dan Green Roof Pada Gedung Teknik Mesin Kampus 2 PNUP. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Perbandingan Pemakaian Energi Ruangan Dengan Atap Konvensional Dan Green Roof Pada Gedung Teknik Mesin Kampus 2 PNUP.BAB.I,II,III,DAN V.pdf] Text
Perbandingan Pemakaian Energi Ruangan Dengan Atap Konvensional Dan Green Roof Pada Gedung Teknik Mesin Kampus 2 PNUP.BAB.I,II,III,DAN V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[thumbnail of Perbandingan Pemakaian Energi Ruangan Dengan Atap Konvensional Dan Green Roof Pada Gedung Teknik Mesin Kampus 2 PNUP.pdf] Text
Perbandingan Pemakaian Energi Ruangan Dengan Atap Konvensional Dan Green Roof Pada Gedung Teknik Mesin Kampus 2 PNUP.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penggunaan energi listrik yang semakin meningkat seiring dengan pengembangan zaman, serta terjadinya fenomena Urban Heat Island (UHI) yang meningkatkan suhu wilayah perkotaan akibat dominasi permukaan penyerap panas seperti beton. Kondisi ini sejalan dengan beban energi pendinginan bangunan, yang dapat mencapai 60% dari total konsumsi listrik. Salah satu solusi yang efektif adalah penggunaan green roof untuk mereduksi panas sebelum masuk ke dalam ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi suhu yang terjadi pada ruangan dengan atap konvensional dan green roof, serta menentukan jenis atap yang lebih optimal dalam penggunaan energi untuk pendingin ruangan.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimen di lapangan dengan pengukuran suhu menggunakan sensor digital DS18B20 yang terhubung ke mikrokontroler Arduino Uno. Data dikumpulkan selama periode 23 Juni – 20 Juli 2025 dan dianalisis menggunakan pendekatan perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur tertinggi atap konvensional mencapai 49,2 ˚C dan terendah 26,4 ˚C, sedangkan green roof memiliki temperatur tertinggi 37,8 ˚C dan terendah 24,7 ˚C. Selisih temperatur maksimum antara kedua atap sebesar 11,4 ˚C. Selain itu, fluks kalor tertinggi pada atap konvensional tercatat sebesar 3038,75 Watt, sedangkan pada green roof hanya sebesar 133,952 Watt, dengan selisih energi panas yang berhasil diturunkan sebesar 2904,79 Watt. Berdasarkan hasil tersebut, green roof terbukti lebih efektif dalam menurunkan suhu ruangan dan mengurangi beban pendinginan, sehingga dapat menjadi solusi optimal dan ramah lingkungan dalam meningkatkan kenyamanan termal sekaligus mengurangi konsumsi energi pendingin ruangan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Jurusan Teknik Mesin > D3 Teknik Konversi Energi
Depositing User: B.J.H Library PNUP
Date Deposited: 23 Feb 2026 04:12
Last Modified: 23 Feb 2026 04:12
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/13273

Actions (login required)

View Item
View Item