Ismar, Agus (2025) Analisis Motivasi Karyawan Di Industri Farmasi Menggunakan Metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
ANALISIS MOTIVASI KARYAWAN DI INDUSTRI ARMASI MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
SAMPUL BAB I, II, III DAN V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi karyawan di industri farmasi yang berdampak pada produktivitas dan kinerja organisasi. Permasalahan tersebut muncul karena perusahaan cenderung berfokus pada aspek finansial seperti kompensasi dan bonus, sementara aspek non-finansial seperti promosi dan apresiasi belum dioptimalkan. Padahal, motivasi karyawan merupakan faktor penting yang menentukan kinerja serta keberhasilan perusahaan dalam menghadapi persaingan industri farmasi yang semakin ketat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi motivasi karyawan di industri farmasi serta menentukan prioritas faktor yang paling berpengaruh menggunakan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (Fuzzy AHP). Metode ini digunakan karena mampu mengakomodasi unsur subjektivitas dan ketidakpastian dalam penilaian manusia. Penelitian melibatkan beberapa expert yang memiliki pengalaman profesional dan pemahaman mendalam tentang motivasi karyawan di industri farmasi. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara tertutup, kemudian diolah secara kuantitatif dengan pembobotan Fuzzy dan didukung analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi dan apresiasi merupakan dua faktor dengan bobot tertinggi dalam meningkatkan motivasi karyawan. Aspek promosi menjadi faktor paling dominan karena peluang pengembangan karier dan sistem kenaikan jabatan yang transparan terbukti mampu mendorong semangat kerja dan loyalitas. Faktor apresiasi menempati posisi kedua, menunjukkan bahwa penghargaan atas kinerja, baik dalam bentuk ucapan terima kasih maupun pengakuan formal, dapat meningkatkan kepuasan kerja dan rasa memiliki terhadap perusahaan. Sementara itu, aspek kompensasi, bonus, dan tunjangan memiliki pengaruh lebih rendah terhadap motivasi dibandingkan faktor non-finansial.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi karyawan di industri farmasi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor non-finansial, khususnya promosi dan apresiasi. Oleh karena itu, strategi peningkatan motivasi yang direkomendasikan adalah dengan menciptakan sistem promosi yang adil, transparan, dan berbasis kompetensi, serta mengembangkan budaya apresiatif yang memberikan ruang bagi karyawan untuk merasa dihargai atas kontribusinya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi manajemen perusahaan dalam merumuskan kebijakan peningkatan motivasi yang berkelanjutan dan berbasis data.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Jurusan Administrasi Niaga > D4 Administrasi Bisnis |
| Depositing User: | Nurhayati S.Sos |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 02:25 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 06:06 |
| URI: | https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/13198 |
