Ambalinggi, Junira and Nurhidayanti, Nurhidayanti (2025) Potensi Karbon Tempurung Kelapa sebagai Subtituen Batubara. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Potensi Karbon Tempurung Kelapa.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Potensi Karbon Tempurung Kelapa ... SAMPUL,ABSTRAK,BAB I,II,III,V,Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Tempurung kelapa merupakan limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan kelapa, khususnya setelah daging kelapa diambil untuk santan atau produk olahan lainnya. Tempurung kelapa memiliki kandungan karbon yang tinggi sekitar 49,86% dan komposisi kimia yang terdiri dari selulosa (26,6%), hemiselulosa (2,7%), lignin (29,4%), dan kadar air sekitar 8%. Kandungan karbon yang tinggi ini menjadikan tempurung kelapa sangat potensial sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk arang atau karbon aktif setelah diproses melalui pirolisis. Pemanfaatan tempurung kelapa sebagai biomassa alternatif didorong oleh kebutuhan energi yang terus meningkat dan dampak negatif batubara terhadap lingkungan, terutama emisi gas rumah kaca. Tempurung kelapa yang melimpah di Indonesia diolah melalui proses pirolisis untuk menghasilkan karbon aktif dengan kandungan karbon tinggi dan nilai kalor yang memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif berupa karbon melalui proses pirolisis, serta menilai kelayakan substitusi karbon tempurung kelapa terhadap batubara sub-bituminus pada berbagai komposisi campuran, serta memastikan bahwa campuran ini memenuhi standar SNI No 4931-2010 untuk digunakan sebagai subtituen batubara dalam pembangkit listrik dan industri
Penelitian diawali dengan pembuatan karbon tempurung kelapa melalui proses pirolisis menggunakan alat rotary kiln pyrolysis reactor selama 1 jam. Karbon yang dihasilkan digunakan sebagai subtituen/pengganti pada batubara sub- bituminus dengan perbandingan batubara-karbon tempurung kelapa 100:0, 75:25, 70:30, 65:35, 60:40, 0:100. Campuran tersebut diuji dengan metode ASTM, untuk analisis proksimat meliputi parameter kadar air, abu, zat terbang, dan karbon tetap. Untuk analisis ultimate meliputi nilai kalori pada semua campuran dan total sulfur pada campuran terbaik berdasarkan analisis proksimate dan nilai kalori. Penentuan kadar air, abu, zat terbang, dan karbon tetap menggunakan metode gravimetry, sedangkan pengukuran nilai kalori menggunakan alat bomb calorimeter, dan analisis total sulfur menggunakan sulfur analyzer IR LECO.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel campuran batubara- karbon tempurung kelapa pada komposisi 100:0, 75:25, 70:30, 65:35, 60:40, dan 0:100 memenuhi standar SNI No 4931-2010 untuk nilai kalori dan parameter proksimat (kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan karbon tetap). Namun, sampel campuran batubara-karbon tempurung kelapa memiliki waktu pembakaran yang relatif sama dengan waktu pembakaran batubara 100% yaitu sampel dengan komposisi 75:25 dan 70:30. Pada parameter uji ultimate (total sulfur), komposisi 70:30 menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding campuran 75:25. Oleh karena itu, subtitusi karbon tempurung kelapa sampai 30% b/b (komposisi 70:30) terhadap batubara layak dan memenuhi persyaratan SNI sebagai subtituen batubara dalam pembangkit listrik dan industri.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Jurusan Kimia > D3 Analisis Kimia |
| Depositing User: | Unnamed user with username 197509082001121002 |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 01:19 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 01:19 |
| URI: | https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/13156 |
