Search for collections on PNUP Repository

Pemanfaatan Ekstrak Etanol Kulit Biji Kakao sebagai Produk Sabun Padat

Febriyanti, Annisa Nur and Hidayah, Aulia Nurul (2025) Pemanfaatan Ekstrak Etanol Kulit Biji Kakao sebagai Produk Sabun Padat. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Tugas Akhir] Text (Tugas Akhir)
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL KULIT BIJI KAKAO ...pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of Tugas Akhir] Text (Tugas Akhir)
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL KULIT BIJI KAKAO ... SAMPUL,ABSTRAK,BAB I.II.III.V,Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Kulit biji kakao (Theobroma cacao L.) merupakan limbah agroindustri yang mengandung senyawa bioaktif, terutama polifenol, flavonoid, dan tanin, dengan potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu maserasi optimum ekstraksi kulit biji kakao menggunakan etanol 96% serta memformulasikan sabun padat sesuai SNI 3532:2021, ditinjau dari parameter fisik, aktivitas antioksidan, dan penerimaan konsumen.
Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi dengan variasi waktu 48, 60, dan 72 jam, dilanjutkan tif dalam pembuatan sabun padat metode hot process dengan konsentrasi 0% (F0), 5% (F1), 7% (F2), dan 9% (F3) serta penambahan essential oil lavender.
Hasil menunjukkan maserasi 48 jam menghasilkan rendemen tertinggi yaitu 35% dibandingkan 60 jam yaitu 26,05% dan 72 jam yaitu 18,8%, akibat kejenuhan pelarut dan degradasi senyawa aktif pada waktu maserasi lebih lama. Seluruh formula memenuhi persyaratan kadar air diantaranya 18,99–22,35% dan pH diantaranya 8,186–8,906 sesuai SNI 3532:2021. Uji DPPH mengungkapkan bahwa kapasitas antioksidan tertinggi justru terdapat pada F1 (12,12%) diikuti F0 (11,69%), F2 (3,46%), dan F3 (3,25%). Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit biji kakao pada konsentrasi rendah mampu meningkatkan aktivitas antioksidan, sedangkan peningkatan konsentrasi ekstrak di atas 5% justru menurunkannya, konsentrasi lebih tinggi kemungkinan mengakibatkan terjadinya autooksidasi senyawa fenolik. Uji organoleptik dengan parameter warna, aroma, tekstur menunjukkan F3 paling disukai pada aroma, sedangkan F2 unggul pada warna dan tekstur. Formula F1 dinyatakan paling optimal dengan kadar air 18,99%, pH 8,277, dengan aktivitas antioksidan 12,12%. Walaupun dari segi penerimaan panelis belum mendapatkan nilai sempurna. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak etanol kulit biji kakao berpotensi sebagai aditif alami pada sabun padat dengan mutu sesuai SNI, sekaligus menawarkan solusi pemanfaatan limbah kakao menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Kata kunci: ekstrak etanol, kulit biji kakao, maserasi, antioksidan, sabun padat, SNI 3532:2021.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Jurusan Kimia > D3 Analisis Kimia
Depositing User: Unnamed user with username 197509082001121002
Date Deposited: 06 Feb 2026 02:53
Last Modified: 06 Feb 2026 02:53
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/13135

Actions (login required)

View Item
View Item