Azis, Atalariksyah and Kurniawan, Diky (2024) Estimasi Kerugian Ekonomi Akibat Kemacetan Di Ruas Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT KEMACETAN DI RUAS JALAN....pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT KEMACETAN DI RUAS JALAN.......pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (13MB)
Abstract
Meningkatnya jumlah perjalanan tanpa fasilitas transportasi yang memadai menyebabkan kemacetan, khususnya di Jalan Letjen Hertasning, Makassar. Kemacetan ini berdampak pada kerugian finansial bagi pemilik kendaraan dan pengguna jalan. Ruas jalan di depan STA 1 + 395 (Kantor PLN Hertasning), STA 1 + 815 (SPBU Hertasning), dan STA 2 + 510 (Warkop Azzahrah) sering mengalami kemacetan karena volume kendaraan ringan dan berat yang melintas. Penurunan kecepatan kendaraan akibat kemacetan ini terutama terjadi karena kepadatan lalu lintas, yang mengakibatkan perlambatan signifikan di area tersebut.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kemacetan atau jenis hambatan yang terjadi pada ruas jalan ini, dan juga untuk memperoleh besaran biaya kemacetan yang terjadi, serta untuk memperoleh solusi dalam peningkatan pelayanan jalan. Pengolahan data menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan (MKJI) 1997 untuk analisis kinerja ruas jalan, metode PCI (Pacific Consultant International) untuk Biaya Operasional Kendaraan, serta simulasi penanganan kemacetan menggunakan software PTV Vissim.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui penyebab kemacetan yang terjadi disebabkan oleh dua faktor utama: tingginya volume kendaraan dan hambatan samping. Volume kendaraan tertinggi tercatat di STA 1 + 395 depan Kantor PLN Hertasning, dengan 3.740 kendaraan per jam pada pukul 08:00 WITA, yang menyebabkan kemacetan signifikan pada jam puncak pagi. Di STA 1 + 815 dekat SPBU Hertasning, volume kendaraan mencapai 3.254 per jam pada pukul 16:00 WITA, sementara di STA 2 + 510 depan Warkop Azzahrah tercatat 2.890 kendaraan per jam pada pukul 07:30 WITA. Meski lebih rendah, kedua lokasi ini tetap berkontribusi pada kemacetan. Hambatan samping, terutama di STA 1 + 815 dekat SPBU Hertasning, menjadi masalah utama dengan 1.500 unit kendaraan per jam. Fasilitas umum seperti SPBU dan parkir yang kurang memadai memperlambat aliran lalu lintas dan menambah waktu tempuh kendaraan.
Biaya operasional kendaraan akibat kemacetan dihitung menggunakan metode PCI. Untuk kendaraan ringan, biaya mencapai Rp158,215.52 per kilometer di STA 1 + 395 pada kondisi lalu lintas bebas, sementara kendaraan berat mencapai Rp12,790,611.79 per kilometer di STA 1 + 815. Rata-rata, biaya kemacetan harian mencapai Rp144.740,56 untuk kendaraan ringan dan Rp68.187,17 untuk kendaraan berat. Solusi untuk mengurangi kemacetan termasuk peningkatan infrastruktur seperti penambahan jalur, perbaikan jalan, dan penggunaan lampu lalu lintas cerdas. Selain itu, peningkatan transportasi umum dapat mengurangi volume kendaraan pribadi, sehingga mengurangi kemacetan dan biaya yang ditimbulkan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Jurusan Teknik Sipil > D4 Jasa Konstruksi |
| Depositing User: | Rahmawati S.Sos |
| Date Deposited: | 22 Oct 2025 02:23 |
| Last Modified: | 22 Oct 2025 03:17 |
| URI: | https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/12708 |
