Search for collections on PNUP Repository

Mitigasi Kendali Banjir Pada Perumahan Dosen Universitas Hasanuddin Bumi Tamalanrea Permai Megah Country Village

Ali, Marwah and Lestari, Chahya Afika (2025) Mitigasi Kendali Banjir Pada Perumahan Dosen Universitas Hasanuddin Bumi Tamalanrea Permai Megah Country Village. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
Cover.pdf - Published Version

Download (275kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
Bab 1-2.pdf - Published Version

Download (6MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
Dapus.pdf - Published Version

Download (244kB)
[thumbnail of Skripsi Full Text] Text (Skripsi Full Text)
MITIGASI KENDALI BANJIR PADA PERUMAHAN DOSEN UNHAS ...pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Banjir merupakan salah satu permasalahan utama di kawasan permukiman akibat kapasitas sistem drainase yang tidak memadai, terutama saat curah hujan tinggi. Perumahan Dosen Universitas Hasanuddin Megah Country Village (MCV) di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, merupakan wilayah yang sering mengalami banjir berulang setiap musim hujan dengan ketinggian genangan dapat mencapai setinggi pinggang orang dewasa di dalam rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung curah hujan rancangan secara akurat, menganalisis kinerja sistem drainase eksisting, serta merumuskan strategi mitigasi pengendalian banjir yang efektif dan berkelanjutan.
Analisis hidrologi menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III dengan uji Chi-Kuadrat, menghasilkan intensitas hujan rencana 271,30 mm/jam (periode ulang 5–15 tahun). Data tersebut diolah menjadi hietograf rencana dengan metode Alternating Block Method (ABM) sebagai dasar simulasi hidrologi.
Pemodelan dengan EPA-SWMM 5.1 menunjukkan adanya genangan signifikan, dengan luapan terbesar terjadi di titik J52 sebesar 4.305 liter selama 10,72 jam, sedangkan luapan terkecil di titik J60 sebesar 0.001 liter selama 3,15 jam. Hasil ini membuktikan sistem drainase eksisting tidak mampu menampung debit puncak. Solusi mitigasi yang paling tepat adalah pengerukan saluran untuk mengembalikan kapasitas tampung. Berdasarkan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB), biaya pengerukan drainase sebesar Rp 63.261.100,00.
Penelitian ini menegaskan bahwa banjir di kawasan MCV terutama disebabkan oleh penurunan kapasitas saluran akibat sedimentasi, sehingga solusi paling tepat adalah normalisasi melalui pengerukan sedimentasi saluran drainase. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan teknis bagi pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan masyarakat dalam penanganan banjir secara efektif dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Jurusan Teknik Sipil > D4 Jasa Konstruksi
Depositing User: Rahmawati S.Sos
Date Deposited: 16 Oct 2025 01:53
Last Modified: 24 Oct 2025 03:15
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/12683

Actions (login required)

View Item
View Item