Abulkhair, Muh. Farid Naza (2023) Sistem Monitoring Dan Kontrol Mini Green House Untuk Tanaman Cabai Katokkon Berbasis Internet Of Things Dan Android. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
SAMPUL, BAB I, II, III & V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
SISTEM MONITORING DAN KONTROL MINI GREEN HOUSE UNTUK TANAMAN CABAI KATOKKON BERBASIS INTERNET OF THINGS DAN ANDROID.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Kemajuan teknologi yang berkembang saat ini telah mendigitalisasi berbagai sektor, tak terkecuali sektor pertanian. Dapat diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara agraria yang telah dikenal menitik beratkan sektor pangan. Dampak kemajuan teknologi di sektor pertanian tersebut adalah implementasi green house. Melihat perkembangan teknologi pada bidang Internet of Things (IoT) dapat diterapkan pada green house sehingga pengendalian dapat dilakukan secara otomatis dan dapat dimonitoring secara jauh. Suhu dan kelembaban udara merupakan faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman dalam green house. Suhu dan kelembaban dipengaruhi juga oleh intensitas cahaya. Pencahayaan dari matahari yang berlebihan dapat meningatkan suhu dan menurunkan kelembaban udara sehingga mengakibatkan kerusakan pada tanaman. Cabai lokal Toraja atau yang lebih sering disebut dengan Lada Katokkon adalah sejenis cabai yang paling banyak di konsumsi di daerah Toraja.Cabai Katokkon hanya bisa tumbuh pada dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 704-1.646 mdpl dengan kelembaban relatif 70%, suhu udara 24-32 oC serta sirkulasi udara yang baik dan lancar. Adapun Langkah pengujian yang akan dilakukan, yaitu: Pengukuran suhu dan kelembaban yang ada pada mini green house menggunakan sensor DHT-22, pengukuran gas CO2 dengan menggunakan sensor MQ-135, dan pengukuran kelembaban tanah dengan menggunakan sensor Soil Moisture yang ditampilkan pada LCD I2C 20x40 dan dikirim melalui internet ke aplikasi MIT App Inventor. Berdasarkan hasil pengujian pengukuran suhu dan kelembaban menggunakan sensor DHT-22 dibandingkan dengan alat ukur standar yang ada di pasaran menunjukkan hasil pengukuran yang memiliki tingkat kesalahan rata-rata sebesar 0,2% dan 0,1% untuk hari pertama, 0% dan 0.08% untuk hari ke dua, 0.006% dan 0.01% untuk hari ke tiga dan 0.01% dan -0.16% untuk hari ke empat. Untuk pengukuran gas CO2 dan kelembaban tanah dengan mengunakan sensor MQ 135 dan sensor Soil Moisture dapat bekerja dengan baik.
Kata Kunci : Green House, Internet of Things, Suhu dan Kelembaban, Gas CO2, Kelembaban Tanah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Jurusan Teknik Elektro > D4 Teknik Listrik |
| Depositing User: | Sahriana S.Sos |
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 03:06 |
| Last Modified: | 01 Jul 2025 03:06 |
| URI: | https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/12262 |
