Search for collections on PNUP Repository

Sistem Penangkal Petir Gedung Main Power House Proyek Pengembangan Bandar Udara Sultan Hasanuddin

Pratama, Dimas Yudha Ari (2024) Sistem Penangkal Petir Gedung Main Power House Proyek Pengembangan Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Diploma thesis, Politeknik negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
SAMPUL, BAB I, II, III & V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
SISTEM PENANGKAL PETIR GEDUNG MAIN POWER HOUSE PROYEK PENGEMBANGAN BANDAR UDARA SULTAN HASANUDDIN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Petir, sering disebut halilintar, adalah fenomena alam yang umum terjadi selama musim hujan. Petir muncul sebagai kilatan cahaya terang yang diikuti suara gemuruh yang disebut guruh. Fenomena ini terjadi akibat perbedaan potensial antara awan dan bumi atau antar awan, dengan muatan negatif pada awan yang dilepaskan menuju bumi untuk mencapai kesetimbangan. Proses ini menciptakan kilat dan suara petir. Fenomena ini lebih sering terjadi pada musim hujan karena tingginya kadar air di udara yang menurunkan daya isolasi, memudahkan arus listrik untuk mengalir. Bahaya petir dapat mengakibatkan kerusakan pada bangunan, jaringan listrik, hingga korban jiwa. Sambaran petir dapat langsung menghantam bangunan atau menyebar melalui jaringan listrik, yang bisa menyebabkan kebakaran atau kerusakan perangkat elektronik.
Penelitian ini dilakukan di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., pada Proyek Pengembangan Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Prosedur penelitian dimulai dengan meminta izin kepada manajemen perusahaan, dilanjutkan dengan pengambilan data dari tim Produksi, Engineering, dan QC. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan tim terkait, serta dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk menentukan sistem proteksi petir dan pengukuran tahanan pembumian pada Gedung Main Power House. Perhitungan meliputi kerapatan sambaran petir, luas daerah proteksi, dan frekuensi sambaran. Penentuan kebutuhan sistem proteksi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan, dan jika diperlukan, efisiensi proteksi akan dihitung menggunakan metode bola bergulir.
Dari hasil perhitungan, nilai proteksi minimal pada metode bola bergulir yaitu 9,7 meter dengan proteksi maksimal 20 meter. Pada hasil pengukuran tahanan pembumian untuk penangkal petir, didapatkan hasil sebagai berikut (1,42 Ohm; 0,92 Ohm; 0,15 Ohm; 1,61 Ohm). Hasil tersebut tidak melebihi dari batas 5 Ohm.

Kata kunci: Penangkal Petir, Gedung Main Power House, Tahanan Pembumian

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Jurusan Teknik Elektro > D4 Teknik Listrik
Depositing User: Sahriana S.Sos
Date Deposited: 22 May 2025 02:08
Last Modified: 22 May 2025 02:08
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/12039

Actions (login required)

View Item
View Item