Search for collections on PNUP Repository

Pengujian Sistem Hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu

Eva Armas and Ade Malik (2024) Pengujian Sistem Hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Diploma thesis, Politeknik Negeri ujung Pandang.

[thumbnail of Pengujian Sistem Hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan  Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Bab.I.II.III.V.pdf] Text
Pengujian Sistem Hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Bab.I.II.III.V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[thumbnail of Pengujian Sistem Hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan  Pembangkit Listrik Tenaga Bayu.pdf] Text
Pengujian Sistem Hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Pembangkit listrik tenaga hybrid (PLTH) merupakan pembangkit listrik yang terdiri dari 2 atau lebih pembangkit dengan sumber energi yang berbeda. Misalnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipadu dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) atau disebut Hybrid PV-Bayu . Fungsinya salah satunya yaitu apabila langit mendung dan matahari lenyap pada siang hari, maka pembangkit listrik akan digerakkan oleh turbin angin sebaliknya ketika ketika angin berhembus pelan dan matahari terik lagi maka pembangkit listrik akan digerakkan oleh panel surya.
Tujuan penelitihan ini adalah merakit dan merangkai kelistrikan modul instrumen kontroller sistem hybrid dan menganalisis efisiensi sistem hybrid pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga bayu. Namun dalam menganalisis sistem hybrid ini , tidak hanya menganalisis sistem hybrid akan tetapi menganalisis efisiensi kedua pembangkit listrik.
Hasil analisis yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian adalah efisiensi sistem hybrid antara PLTS dan PLTB mengalami ketidakstabilan. Efisiensi PLTS cenderung menurun ketika intensitas matahari sangat tinggi karena peningkatan suhu panel yang mengurangi kinerja. Begitu pula dengan sistem hybrid, efisiensi yang dihasilkan tidak maksimal ketika ada ketidakseimbangan energi antara PLTS dan PLTB. Namun, secara keseluruhan, efisiensi sistem hybrid berbeban lebih tinggi dari pada tanpa beban, dengan selisih efisiensi sebesar 1,19%. Rata-rata efisiensi sistem hybrid berbeban adalah 7,97%, sedangkan tanpa beban 6,78%. Maka kenaikan dari kinerja tanpa beban ke kinerja berbeban sebesar 15%.
Kata kunci : Merakit dan merangkai kelistrikan sistem hybrid, Efisiensi Sistem hybrid, PLTS , PLTB.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Jurusan Teknik Mesin > D4 Teknik Pembangkit Energi
Depositing User: B.J.H Library PNUP
Date Deposited: 24 Mar 2025 03:22
Last Modified: 24 Mar 2025 03:22
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/11734

Actions (login required)

View Item
View Item