Search for collections on PNUP Repository

Studi Perbandingan Penggunaan Castellated Beam Dengan Cellular Beam Pada Bangunan Gedung Lima Lantai

Andy, Jerianus and Silolo, Michelle Pikky (2024) Studi Perbandingan Penggunaan Castellated Beam Dengan Cellular Beam Pada Bangunan Gedung Lima Lantai. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Sampul, Bab I, Bab II, Bab III dan Bab V] Text (Sampul, Bab I, Bab II, Bab III dan Bab V)
STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN CASTELLATED BEAM ...pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN CASTELLATED BEAM ...pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Material beton bertulang yang paling banyak digunakan sebagai konstruksi utama bangunan, namun kurang efektif digunakan pada struktur bentang lebar. Salah satu alternatif dalam membangun struktur bentang lebar yaitu dengan material baja. Dalam merencanakan bangunan bentang lebar salah satu elemen yang perlu diperhatikan adalah balok. Dengan adanya kemajuan rekayasa dalam bidang konstruksi, profil-profil baja dimodifikasi ulang agar mendapat kekuatan baja yang lebih besar sesuai dengan kebutuhan. Adapun profil baja yang digunakan yaitu baja dengan bukaan hexagonal (Castellated Beam) dan baja dengan bukaan melingkar (Cellular Beam).

Penelitian ini bertujuan untuk [1] membandingkan rasio kekuatan struktur dan lendutan pada balok dengan menggunakan Castellated beam dan Cellular beam pada bangunan gedung bertingkat lima [2] membandingkan frekuensi struktur dan simpangan antarlantai pada bangunan gedung bertingkat lima yang menggunakan Castellated beam dan Cellular beam. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 2 model struktur. Model 1 memodelkan struktur gedung bertingkat 5 lantai menggunakan jenis bukaan berbentuk segi-enam pada stuktur balok (castellated beam) dan elemen lainnya menggunakan baja profil WF. Model 2 dibuat menyerupai Model 1 yang berbeda hanya jenis bukaannya yang berbentuk lingkaran. Model 2 dibuat setelah Model 1 didesain hingga diperoleh penampang yang aman. Besarnya diameter lingkaran yang digunakan adalah diameter yang menghasilkan luas bukaan yang sama dengan luas bukaan pada castellated beam. Tinggi balok yang digunakan juga dibuat sama. Untuk pemodelan dan pengecekan dilakukan menggunakan program bantu ETABS v.18.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, [1] rasio kekuatan gedung yang menggunakan balok cellular lebih baik dibanding balok castella. Hal tersebut dapat dilihat dari rasio kekuatan balok cellular yang lebih kecil dibandingkan dengan balok castella. Sementara, untuk lendutan yang terjadi pada balok castella dan balok cellular diperoleh aman tidak melebihi lendutan ijin. [2] nilai frekuensi alami dan nilai simpangan yang diperoleh, gedung yang menggunakan balok castella dan gedung yang menggunakan balok cellular memiliki kekakuan yang tidak terlalu berbeda secara signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa struktur gedung yang menggunakan balok cellular lebih baik dibandingkan struktur gedung yang menggunakan balok castella.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Jurusan Teknik Sipil > D4 Perancangan Bangunan Gedung
Depositing User: Rahmawati S.Sos
Date Deposited: 10 Mar 2025 06:35
Last Modified: 18 Jun 2025 02:21
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/11530

Actions (login required)

View Item
View Item