Annisa M, Nur (2024) Perhitungan Harga Pokok Produksi Selada Menggunakan Metode Full Costing Pada Usaha Hydroponic Garden Kabupaten Gowa. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
SAMPUL.BAB,I,II,III dan V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI SELADA MENGGUNAKAN M,ETODE FULL COSTING PADA USAHA HYDROPONIC GARDEN KABUPATEN GOWA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Menghitung harga pokok produksi berfungsi sebagai landasan dalam menentukan harga jual yang memiliki peran besar terhadap keberhasilan suatu usaha dan dapat mengelola profitabilitas perusahaan. Usaha Hydroponic Garden belum melakukan perhitungan harga pokok produksi dan dalam menentukan harga jual masih dengan perkiraan serta belum dapat menghitung perolehan laba atas selada yang terjual, oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan biaya yang tepat agar dapat diketahui biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses tersebut seperti menghitungan harga pokok produksi yang dapat menjadi acuan dalam menentukan harga jual yang sesuai serta dapat menilai berapa keuntungan yang diperoleh. Tujuan kegiatan ini adalah menghitung harga pokok produksi pada Usaha Hydroponic Garden dalam menentukan harga jual serta keuntungan yang diperoleh.
Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, kemudian data yang diperoleh dideskripsikan secara kuantitatif yang merupakan perhitungan harga pokok produksi dan keuntungan yang diperoleh. Data yang digunakan adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik pada bulan Juni-Juli 2024. Data tersebut diperoleh dengan melakukan wawancara dengan pemilik Usaha Hydroponic Garden.
Berdasarkan hasil perhitungan dari kegiatan yang dilakukan, maka harga pokok produksi yang diperoleh selama bulan Juni-Juli 2024 untuk 400 benih selada adalah sebesar Rp1.540.100. Harga pokok produksi/batang menggunakan metode full costing sebesar Rp3.850, sedangkan harga pokok produksi/batang menurut perusahaan sebesar Rp1.181 sehingga terjadi selisih sebesar Rp2.669. Adapun perolehan laba menurut harga jual usaha Hydroponic Garden yaitu sebesar 25% sedangkan menurut harga jual dari metode full costing sebesar 30%, dapat dilihat selisih yaitu sebesar 5%. Dengan demikian, perbedaan signifikan dalam perhitungan harga pokok produksi mengindikasikan pentingnya penggunaan metode perhitungan yang akurat untuk meningkatkan pengendalian biaya dan mencapai target profitabilitas yang optimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HF Commerce H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting |
| Divisions: | Jurusan Akuntansi > D3 Akuntansi |
| Depositing User: | Sitti Maryam |
| Date Deposited: | 04 Mar 2025 05:51 |
| Last Modified: | 04 Mar 2025 05:51 |
| URI: | https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/11469 |
