Search for collections on PNUP Repository

Rancang Bangun Alat Pendeteksi Mengantuk Untuk Kendaraan Mobil Menggunakan Metode Convolution Neural Network

Irvianto, Irvianto (2021) Rancang Bangun Alat Pendeteksi Mengantuk Untuk Kendaraan Mobil Menggunakan Metode Convolution Neural Network. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Sampul, Bab I, Bab II, Bab III dan Bab V] Text (Sampul, Bab I, Bab II, Bab III dan Bab V)
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Mengantuk Untuk Kendaraan Mobil Menggunakan Metode Convolution Neural Network.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (804kB)
[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Mengantuk Untuk Kendaraan Mobil Menggunakan Metode Convolution Neural Network.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (915kB)

Abstract

Mengantuk merupakan gejala yang sangat manusiawi. Mengantuk dapat disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah kegiatan yang mengharuskan memakai sebagian atau seluruh jam tidur agar dapat menyelesaikan kegiatan tersebut. Tidak jarang pula karena mengantuk bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kadang kala orang mengabaikan rasa kantuknya hal ini tentunya sangat beresiko. Sebut saja ketika berkendaraan kadang kala pengemudi mengabaikan rasa ngantuknya apa lagi untuk perjalanan jarak jauh dan karena hal ini sehingga terjadilah kecelakaan. Menurut data yang dikumpulkan oleh kominfo, sebanyak 61% kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia (www.kominfo.go.id). Dari penelitian yang dilakukan oleh Marsaid, bahwa korban meninggal yang diakibatkan pengendara mengantuk berjumlah 13 kecelakaan (48,1%). Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, maka penulis mengangkat judul “rancang bangun alat pendeteksi mengantuk untuk kendaraan mobil menggunakan metode convolution neural network”. Sistem dirancang dengan menerapkan 2 layer convolution yaitu relu dan sigmoid, sehingga dapat mengklasifikasikan mata terbuka dan tertutup. Dari pengklasifikasian tersebut dihitung jumlah kedipan pengendara mobil. Ketika kedipan pengendara melebihi batas yang ditentukan yaitu 20 kedipan maka pengendara sedang dalam keadaan mengantuk. Pada penelitian ini telah dilakukan percobaan pada 3 orang dengan skenario kondisi berkendara pagi hari dan malam hari. Dari percobaan yang dilakukan didapatkan akurasi sistem adalah sebesar 36.67 % hingga 56.67% pada malam hari dan 53.33% hingga 83.33% pada pagi hari.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QA Mathematics
Q Science > QA Mathematics > QA75 Electronic computers. Computer science
Divisions: Jurusan Teknik Informatika dan Komputer > D4 Teknik Multimedia dan Jaringan
Depositing User: Unnamed user with username 197103102001121001
Date Deposited: 23 Nov 2023 01:03
Last Modified: 20 May 2026 12:28
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/7275

Actions (login required)

View Item
View Item