Search for collections on PNUP Repository

Modifikasi Alat Pengering Kopra Putih Sistem Blower

Fachri Supshiana and Irwan (2017) Modifikasi Alat Pengering Kopra Putih Sistem Blower. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Modifikasi Alat Pengering Kopra Putih Sistem Blower ...........pdf] Text
Modifikasi Alat Pengering Kopra Putih Sistem Blower ...........pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Industri kelapa yang paling menguntungkan saat ini adalah pembuatan kopra. Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan. Kopra atau daging buah kelapa merupakan bahan baku pembuatan minyak kelapa mentah (CCO) maupun produk turunan lainnya. Untuk membuat kopra yang baik diperlukan kelapa yang telah berumur sekitar 30 hari dan memiliki berat sekitar 3 - 4 kg. Proses pembuatan kopra terbilang sederhana yaitu hanya dengan proses pemanasan sehingga membuat alternatif pengolahan kopra ini banyak dilakukan oleh petani kelapa. Meskipun proses pengolahan kopra hanya pengeringan, namun ternyata ada beberapa cara pengeringan kopra, yang nantinya dapat berpengaruh terhadap hasil kopra.
Kopra putih termasuk komoditas yang cukup menguntungkan, saat ini kopra dijual stabil pada kisaran harga Rp 10.000-10.200/kg. Yang banyak dilakukan di daerah sentra penghasil kelapa selama ini adalah pengolahan kelapa menjadi kopra (kopra hitam), selain karena metodenya sederhana, juga karena kopra hitam tidak terlalu menuntut persyaratan tambahan seperti kopra putih.
Kopra putih adalah kopra hasil pengeringan melalui oven, kualitasnya bagus, kadar air kecil dan bersih. Pembuatan kopra menjadi sangat menentukan dalam menentukan kualitas kopra, karena kualitas hasil kopra akan berpengaruh terhadap harga, maka pengetahuan cara atau teknik pembuatan kopra, mutlak diperhatikan oleh para petani pembuat kopra.
Sedangkan kopra hitam adalah kopra dari hasil metode penjemuran dengan sinar matahari ataupun metode pengasapan. Pengawetan dengan cara pengasapan langsung dilakukan oleh masyarakat untuk menghambat pertumbuhan mikrobia pada kopra. Melalui cara demikian kopra yang dihasilkan berwarna coklat kehitaman karena menyerap komponen tar yang terlalu banyak, asapnya kuat, dan dapat menyebabkan polusi udara.
Cara membuat kopra ini yaitu, kelapa dibelah lalu dijemur selama 8 jam, setelah itu dicongkel agar lepas dan terpisah dari batoknya, lalu dipotong menjadi potongan kecil menjadi 4, lalu dijemur lagi hingga kadar air mencapai sekitar 5%. Setelah kering, kopra langsung dikemas dan siap dipasarkan.
Proses pembuatan kopra dengan metode pengasapan biasanya dilakukan dengan cara daging kelapa dimasukkan ke dalam para-para tungku pengasapan dengan memanfaatkan bahan bakar berupa sabut kelapa atau tempurung.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions: Jurusan Teknik Mesin > D4 Teknik Manufaktur
Depositing User: B.J.H Library PNUP
Date Deposited: 04 Oct 2023 02:27
Last Modified: 04 Oct 2023 02:27
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/6003

Actions (login required)

View Item
View Item