Putri, Reski Amaliah (2025) Analisis Financial Distress Menggunakan Model Fulmer Dan Taffler Pada Perusahaan Industri Maskapai Penerbangan Di Indonesia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
ANALISIS FINANCIAL DISTRESS MENGGUNAKAN MODEL FULMER DAN TAFFLER PADA PERUSAHAAN INDUSTRI MASKAPAI PENERBANGAN DI INDONESIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (12MB)
SAMPUL.BAB.I,II,III,DAN V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis tingkat financial distress berdasarkan model Taffler dan Fulmer pada industri Maskapai penerbangan di Indonesia tahun 2020 sampai 2024. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat financial distress industri Maskapai penerbangan di Indonesia menggunakan metode Least Square untuk tahun 2025 sampai 2026. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengatasi permasalahan industri Maskapai penerbangan di Indonesia tahun 2026.
Metode atau teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis dokumen yang menggunakan data kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan audited Maskapai penerbangan dari Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif serta menggunakan metode komparatif yang digunakan untuk membandingkan kondisi di Bursa Efek Indonesia dan hasil penelitian yang telah dilakukan. Selain itu, teknik analisis yang digunakan adalah analisis rasio dengan menggunakan dua model yaitu Taffler dan Fulmer.
Hasil penelitian dengan menggunakan model Taffler dan Fulmer menunjukkan perbedaan arah dalam mendeteksi kondisi keuangan PT Garuda Indonesia dan PT AirAsia Indonesia pada periode 2020 hingga 2024. Model Taffler menilai bahwa PT AirAsia Indonesia berada dalam kondisi relatif sehat pada dua tahun terakhir, sedangkan PT Garuda Indonesia hanya menunjukkan kondisi sehat pada tahun 2022. Sebaliknya, model Fulmer secara konsisten menghasilkan skor negatif pada kedua perusahaan, yang mengindikasikan adanya potensi financial distress selama periode tersebut. Prediksi untuk tahun 2025 dan 2026 semakin menegaskan perbedaan kedua model tersebut. Model Taffler memberikan gambaran optimis dengan kondisi keuangan yang sehat bagi kedua perusahaan, sementara model Fulmer tetap mengindikasikan financial distress. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi kedua maskapai adalah tingginya liabilitas, retained earnings negatif, serta profitabilitas yang rendah. Oleh karena itu, strategi utama yang perlu ditempuh adalah restrukturisasi keuangan, penambahan modal, peningkatan efisiensi operasional, dan penguatan pendapatan agar keberlanjutan usaha dapat terjaga.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HF Commerce H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting |
| Divisions: | Jurusan Akuntansi > D4 Akuntansi Manajerial |
| Depositing User: | Sitti Maryam |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 06:13 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 06:13 |
| URI: | https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/14158 |
