Search for collections on PNUP Repository

Analisis Path Loss Jaringan Seluler 5g Pada Sel Micro Urban Di Wilayah Kota Makasar

Purnomo, Dandy Zuli (2024) Analisis Path Loss Jaringan Seluler 5g Pada Sel Micro Urban Di Wilayah Kota Makasar. Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
ANALISIS PATH LOSS JARINGAN SELULER 5G PADA SEL MICRO...pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
SAMPUL , BAB I, II,III DAN V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji teknologi 5G, yang telah menjadi fokus utama dalam dunia komunikasi seluler, khususnya pada lingkungan micro urban di Kota Makassar. Seiring dengan perkembangan teknologi, jaringan 5G menawarkan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan kapasitas yang lebih besar. Salah satu area yang dipilih untuk studi adalah Mall Panakukkang di Kota Makassar, yang merupakan pusat perbelanjaan padat dengan bangunan sekitar 10-15 meter, sesuai dengan karakteristik wilayah micro urban. Penelitian ini berfokus pada bagaimana sinyal 5G mengalami penurunan daya atau path loss dalam kondisi tersebut, yang sangat penting untuk pengembangan infrastruktur jaringan yang efisien.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan path loss pada frekuensi 2300 MHz dan 3500 MHz menggunakan model propagasi 3GPP, SUI, dan ITU-R P.1812, serta mengevaluasi pengaruh karakteristik lingkungan micro urban terhadap efektivitas model propagasi tersebut. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lokasi, simulasi menggunakan perangkat lunak Atoll, serta analisis hasil simulasi. Proses simulasi dilakukan dengan memasukkan data peta Kota Makassar dan parameter 5G pada frekuensi 2300 MHz dan 3500 MHz, yang kemudian diolah untuk menghasilkan prediksi cakupan sinyal dan area tumpang tindih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa path loss pada frekuensi 3500 MHz lebih besar dibandingkan dengan 2300 MHz di ketiga model yang dianalisis. Model SUI mencatat rugi propagasi terbesar pada frekuensi tinggi, terutama di jarak jauh, sedangkan model ITU-R P.1812 menunjukkan path loss yang lebih rendah dan stabil di kedua frekuensi. Oleh karena itu, frekuensi yang lebih rendah seperti 2300 MHz lebih disarankan untuk jaringan 5G di lingkungan micro urban, karena memberikan cakupan yang lebih luas dan sinyal yang lebih stabil.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Jurusan Teknik Elektro > D4 Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi
Depositing User: Sahriana S.Sos
Date Deposited: 11 Jun 2026 06:44
Last Modified: 11 Jun 2026 06:44
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/14088

Actions (login required)

View Item
View Item