Search for collections on PNUP Repository

Analisis Kinerja Jaringan Fiber To The Home (Ftth) Pada Link Sto Kec.Suppa (Studi Kasus Pt.Telkom Witel Sulbagsel)

Adil, Adil (2025) Analisis Kinerja Jaringan Fiber To The Home (Ftth) Pada Link Sto Kec.Suppa (Studi Kasus Pt.Telkom Witel Sulbagsel). Diploma thesis, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
ANALISIS KINERJA JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) PADA LINK STO KEC.SUPPA (STUDI KASUS PT.TELKOM WITEL SULBAGSEL).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
SAMPUL BAB I,II,III, & V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Fiber To The Home (FTTH) adalah teknologi yang mengirimkan sinyal optik dari penyedia layanan langsung ke rumah pengguna dengan menggunakan kabel fiber optik sebagai media transmisi. Kecamatan Suppa adalah daerah yang memerlukan tehnologi fiber optik sebagai penyedia layanan jaringan di karenakan wilayah tersebut sangat sulit mengakses jaringan internet.kekurangan infrastruktur dan kondisi geografis yang meyebabkan daerah tersebut mengalami kesulitan untuk mengakses jarinagan internet.
Penelitian ini merancang dan menganalisis jaringan Fiber to The Home (FTTH) di Kecamatan Suppa dengan mengadopsi model jaringan FTTH sebagai pendekatan utama. Fokus evaluasinya mencakup kelayakan teknis penerapan konsep FTTH, dengan penilaian terhadap parameter power link budget, rise time budget, BER, dan Q-factor, serta identifikasi potensi kendala teknis.
Metodologi penelitian melibatkan simulasi berbasis OptiSystem dan pengukuran langsung menggunakan Optical Power Meter (OPM) dan OTDR. Perhitungan manual digunakan untuk menentukan power link dan rise time budget, sementara simulasi OptiSystem mengukur redaman, BER, dan Q-factor.
Hasil perhitungan menunjukkan redaman teoritis pada Panjang Gelombang 1310 (uplink) sebesar -25,304 dBm pada ODP terjauh dan -22,409 dBm pada ODP terdekat.pada Panjang Gelombang 1490 (Downlink) sebesar -24,021 dBm pada ODP terjauh dan -21,785 dBm pada ODP terdekat dan rise time 0,25 ns. Simulasi menghasilkan redaman -22,302 dBm dengan BER 2.00449e-005 dan Q-factor 4,10643 pada ODP terjau dan -19,980 dBm pada ODP terdekat dengan BER 9,51613e-011 dan Q-factor 6,36895. Pengukuran lapangan memberikan redaman -20,06 dBm yang masih berada dalam batas optimal.
Analisis terhadap variasi jarak menunjukkan bahwa peningkatan daya secara signifikan menurunkan redaman dan meningkatkan Q-factor, sementara rise time tetap konstan. Selain itu, faktor lingkungan seperti cuaca ekstrem, kontur topografi, dan gangguan fisik turut memengaruhi performa jaringan FTTH. Hujan dan kelembaban tinggi dapat menyebabkan masuknya air ke dalam komponen pasif seperti splice enclosure dan distribution box, sehingga meningkatkan redaman optik. Topografi berbukit atau berbatu memperumit proses instalasi dan meningkatkan total redaman sinyal, sementara gangguan fisik akibat aktivitas konstruksi, hewan pengerat, getaran mekanis, dan vegetasi dapat merusak kabel serta menurunkan efisiensi transmisi. Oleh karena itu, desain jaringan FTTH di daerah seperti Kecamatan Suppa harus mempertimbangkan aspek teknis dan lingkungan secara menyeluruh untuk menjamin kontinuitas dan kualitas layanan secara optimal.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Jurusan Teknik Elektro > D4 Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi
Depositing User: Sahriana S.Sos
Date Deposited: 08 Jun 2026 06:34
Last Modified: 09 Jun 2026 01:31
URI: https://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/14071

Actions (login required)

View Item
View Item