PENGEMBANGAN DESAIN SEPEDA DENGAN METODA CONCEPT DEVELOPMENT

Ahmad, Zubair Sultan (2008) PENGEMBANGAN DESAIN SEPEDA DENGAN METODA CONCEPT DEVELOPMENT. Jurnal Teknik Mesin SINERGI, 6 (2). pp. 114-128. ISSN 1693-1548

[img]
Preview
Text
Sultan 3sepeda.pdf

Download (240kB) | Preview
Official URL: http://sinergi-pnup.com/index.php/sinergi/article/...

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan metode Concept Development (pengembangan konsep) dalam pengembangan desain sepeda. Concept Development adalah merupakan kelanjutan dari metode QFD (Quality Function Deployment), dimana QFD sendiri merupakan piranti yang digunakan untuk menerjemahkan actual quality characteristic yang diharapkan oleh konsumen menjadi substitute quality characteristic yang mampu diproduksi oleh pabrik. Penerapan metode Concept Development sendiri dapat dilakukan secara bertahap dengan cara: 1. Perancangan Konsep (Concept design), 2. Pemilihan Konsep (Concept Selection), 3. Penilaian konsep (Concept Scoring) dan 4. Perhitungan dimensi dan kekuatan dari konsep terpilih. Tahap pertama adalah tahap pembuatan beberapa macam model yang dirancang berdasarkan atas spesifikasi teknis dan permintaan konsumen (Voice of Customer ) yang dapat mengarahkan kualitas produk. Tahap kedua dilakukan dengan metode concept screening dimana semua konsep yang merupakan hasil disain akan dibandingkan. Dari tahap ini akan diperoleh konsep yang bisa lanjut ke tahap berkutnya. Pada tahap ketiga akan dilakukan concept scoring, berdasarkan pembobotan akan diperoleh satu konsep terpilih yang merupakan konsep terbaik berdasarkan permintaan konsumen dimana sampel diambil. Kemudian konsep terpilih akan dirancang secara detail dalam tahap keempat. Pada tahap ini diadakan perhitungan kekuatan dari konstruksi frame yang terpilih dalam pemilihan konsep. Dari kelima konsep (A, B, C, D dan E) yang diusulkan pada tahap pertama, diperoleh tiga konsep yang layak dilanjutkan pada tahap kedua, yaitu konsep AB, konsep D dan konsep E. Konsep AB merupakan konsep gabungan antara Konsep A dan B. Hal ini dilakukan karena dari hasil pemilihan konsep, konsep A dan B memiliki rangking yang sama. Pada tahap ketiga diperoleh satu konsep yang merupakan konsep terpilih karena mempunyai bobot paling tinggi yaitu konsep AB. Selanjutnya konsep AB inilah yang akan dikembangkan dalam tahap keempat.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Pengembangan Konsep, Ansys, QFD.
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Department of Mechanical Engineering > Teknik Manufaktur
Depositing User: Dr Ahmad Zubair Sultan
Date Deposited: 30 Dec 2016 22:58
Last Modified: 30 Dec 2016 22:58
URI: http://repository.poliupg.ac.id/id/eprint/163

Actions (login required)

View Item View Item